Rambu-Rambu Makan Malam Agar Tak Melar
24 March 2014
Benarkah mengonsumsi makanan di malam hari membuat tubuh gemuk?
Apa saja rambu-rambunya agar makan namun tubuh tak melar?
Sering kali orang menghindari makan malam terlalu larut karena khawatir tubuhnya bertambah gemuk. Benarkah anggapan tersebut?
Sebaiknya Anda mendengar pendapat Melissa Lanz, pendiri The Fresh 20,
sebuah layanan perencanaan makanan yang didirikan untuk keluarga sibuk
dan lajang. Layanan ini diberikan bagi mereka yang ingin mengonsumsi
makanan segar, sehat, dan menghemat waktu serta uang.
Lanz berpendapat seorang berpotensi
bertambah gemuk bukan karena makan di malam hari, melainkan jika salah
memilih makanan di malam hari. Selain itu, kebiasaan yang salah di malam
hari juga dapat membuat badan melar seperti berlama-lama di depan TV.
Kegiatan menonton televisi biasanya selalu
disertai dengan camilan. Kebiasaan tersebut tak baik bagi tubuh. Ketika
Anda fokus pada layar, tanpa disadari tangan tidak berhenti mengambil
camilan. Oleh karena itu, disarankan kepada orang-orang untuk memisahkan
makan dari kegiatan lain di malam hari.
Ketika Anda ingin makan malam, duduklah di
kursi meja makan dan fokus dengan hidangan. Cara ini akan membuat Anda
lebih menikmati makanan yang Anda kunyah, sehingga lebih terasa
mengenyangkan dan puas.
Jangan lupa, perhatikan pula kandungan nutrisi
makanan. Menurut Lanz, porsi makan malam yang baik kandungan kalorinya
harus di bawah 500. Tidak berlebihan, sambung Lanz, sebagaimana dilansir
Huffington Post. Sekadar informasi, rata-rata kebutuhan kalori kaum pria adalah 2.000 kalori per hari. Sedangkan perempuan 1.800 kalori.
Sebaiknya
patuhi jam makan malam. Keterlambatan jam makan akan membuat kita
menyantap makanan yang salah, seperti makanan cepat saji. Restoran cepat
saji cenderung menawarkan hidangan dengan kalori tinggi, salah satunya
hamburger. Makanan ini berisi daging dan keju yang penuh tumpukan lemak
dan kalori.
Penelitian yang dilakukan Harvard Pilgrim Health Care Institute and Harvard Medical School bekerja sama dengan Massachusetts and Connecticut Departments of Public Health yang dipublikasikan di British Medical Journal pada
Mei 2013 silam menyebutkan, jumlah kalori makanan cepat saji, baik
untuk anak-anak maupun orang dewasa di atas 500 kalori. Makanan dewasa
sebesar 836 kalori sementara makanan anak 733 kalori.
Kebiasaan lain yang mesti dihindari adalah menyantap hidangan penutup manis setelah makanan utama. Hindari mengonsumsi cake atau es krim, karena dessert manis membuat asupan kalori bertambah.
Lantas
makanan apalagi yang harus dihindari agar tubuh tetap langsing?
Cokelat, karena makanan jenis ini mengandung banyak gula. Kemudian keju,
karena ini makanan yang tinggi lemak dan kalori. Lalu kentang goreng,
karena minyak dan lemaknya akan menetap di perut Anda ketika tidur. Jika
kebiasaan ini dilakukan terus menerus, bisa menyebabkan peningkatan
kolesterol dan kegemukan.